Publication:
Bahasa jiwa bangsa [134] [Language is the soul of society [134]]

Loading...
Thumbnail Image
Date
1991-04-20
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Research Projects
Organizational Units
Journal Issue
Abstract
Tulisan mengenai Bahasa jiwa bangsa [134]. Penulis menceritakan hal saudara-maranya bertamu ke rumahnya untuk berhari raya dan salah seorang daripada mereka menanyakan sesuatu mengenai 'kekeliruan bahasa'. Penulis diminta menjelaskan perkataan yang betul mengenai hujan, iaitu 'mula turun' atau 'mulai turun'. Kedua-dua perkataan 'mula' dan 'mulai' itu betul cuma penggunaannya yang berbeza. Menurut tatabahasa, kata 'mula' terkelas dalam kategori kata nama manakala kata 'mulai' terkelas dalam kata kerja. Bagaimanapun, dalam penggunaannya, kata nama 'mula' itu boleh berfungsi sebagai kata keterangan dan kata kerja 'mulai' boleh berperanan sebagai kata sendi nama atau kata depan. Penulis memberi wacana-wacana contoh untuk memperjelaskan dengan lebih mendalam dan juga membincangkan perkataan 'kenal' dan 'kenali', atau 'mengenal' dan 'mengenali'. <br>
A writing on 'Bahasa jiwa bangsa' [134]. The writer narrateshis experience during Hari Raya visits on matters pertaining to misuses of language . The writer was asked to explain the correct term to use in a sentence containing rain as a subject, ie. either 'mula turun' or 'mulai turun'. Both the words 'mula' and 'mulai' are correct but the difference is only in their usage. In Malay grammar, 'mula' is categorised as a noun while 'mulai' is a verb. However, in its usage, the noun 'mula' can serve as a description and the word 'mulai' can take the role of a noun or as a preposition. The writer gives examples of discourse to explain further and also discusses differences between 'kenal' and 'kenali' or 'mengenal' and 'mengenali'. All are derivatives of the word 'kenal' (know).
Description
Keywords
Citation
Muhammad Ariff Ahmad. (1991). Bahasa jiwa bangsa [134] [Language is the soul of society [134]]. https://hdl.handle.net/10497/19980
Collections