Please use this identifier to cite or link to this item: http://hdl.handle.net/10497/20160
Title: 
Authors: 
Issue Date: 
26-Jun-1992
Citation: 
Muhammad Ariff Ahmad. (1992, June 26). Tentang: Jauhi / jauhkan [About “stay away”/”keep it away”; Radio broadcast transcript]. In Sari Bahasa. Singapore Broadcasting Corporation (SBC). https://hdl.handle.net/10497/20160
Abstract: 
Transkrip ini adalah dari siaran rancangan Sari Bahasa di SBC, W94.2 dan adalah tentang 'jauhi/jauhkan'. Akhiran 'i' dan akhiran 'kan' kerap juga mengelirukan pengguna bahasa seperti wacana: (1) Kita sedang berusaha menjauhi bahaya denggi; dan (2) Kita harus selalu berusaha menjauhkan bahaya denggi. Dari segi tatabahasa, kedua-dua wacana itu betul, tetapi dari segi makna, masing2 wacana itu membawa maksud yang berbeza. Frasa 'menjauhi bahaya' dari wacana (1) membawa maksud 'kita yang harus bergerak meninggalkan bahaya itu'. Frasa 'berusaha menjauhkan bahaya' dalam wacana contoh (2) membawa maksud membuang atau memindahkan bahaya itu ke tempat yang jauh daripada kita. Demikianlah juga perbezaan antara kekata 'dijatuhi' dengan 'dijatuhkan'. Frasa 'dijatuhi hukuman' membawa makna 'hukuman itu menjatuhi pesalah' yakni hukuman itu dengan sendirinya jatuh ke atas pesalah, padahal frasa 'dijatuhkan hukuman' membawa makna 'seseorang lain menjadikan hukuman itu jatuh ke atas pesalah'. Memang akhiran 'kan' dan 'i' itu berfungsi menjadikan kata kerja 'jatuh' itu kata kerja transitif - 'jatuhkan/jatuhi' - namun maksud kedua-dua kata kerja transitif itu adalah berbeza.

This transcript was delivered in a program Sari Bahasa broadcasted by SBC, W94.2 and is about 'jauhi/jauhkan' (stay away / keep it away). The 'i' suffix and 'kan' may mislead users of the language such as in this discourse: (1) 'Kita sedang berusaha menjauhi bahaya denggi (We are trying to stay away from the dangers of dengue); and (2) Kita harus selalu berusaha menjauhkan bahaya denggi' (We must always strive to avoid the danger of dengue). In grammar, the two discourse are right, but in terms of meaning, each of the discourse carries a different meaning. The phrase 'menjauhi bahaya' from discourse (1) means we need to move to leave the danger. The phrase 'berusaha menjauhkan bahaya' in discourse (2) means removing or transferring such dangers to a place far away from us. Similarly with the difference between the words 'dijatuhi' (sentenced) and to 'dijatuhkan'. The phrase 'dijatuhi hukuman' means the punishment falls on the offender, but the phrase 'dijatuhkan hukuman' means someone caused the punishment fall on the offender. The suffixes 'kan' and 'i' works to make the verb 'jatuh' into the transitive verb 'jatuhkan/jatuhi' – but the meaning of both transitive verbs are different.
URI: 
File Permission: 
Restricted
File Availability: 
With file
Appears in Collections:Radio Broadcast Transcripts

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
MAS-UM-126.pdf203.19 kBAdobe PDFThumbnail
View/Open
Show full item record

Page view(s) 10

225
checked on Jan 28, 2022

Download(s)

12
checked on Jan 28, 2022

Google ScholarTM

Check


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.